Rabu, 10 Oktober 2012

William Carey


 WILLIAM CAREY
By :Andreas Dwi Chrisdiantoro_STTIA Surabaya

William Carey (lahir 17 Agustus 1761 – meninggal 9 Juni 1834 pada umur 72 tahun) adalah tokoh pekabaran Injil modern dan dikenal dalam sejarah gereja sebagai "Bapak Gerakan Misi Modern".
              Wiliam Carey dilahirkan di sebuah keluarga yang tidak mampu di Nortamptonshire, Inggris pada tahun 1761. Orangtua Carey merupakan anggota Gereja Anglikan, sehingga Carey menerima baptisan di gereja itu. Pada tahun 1779, Carey pindah ke Gereja Baptis. Di sana ia menjadi seorang pengkhotbah dan guru sekolah pada siang hari, sedangkan malam hari ia bekerja sebagai seorang tukang sepatu. Ia juga seorang yang sangat mencintai tanaman. Meskipun Carey melakukan berbagai pekerjaan, ia menyempatkan diri untuk mempelajari sendiri bahasa Yunani, Ibrani, Belanda dan Perancis.
Pada tahun 1792 Carey mengkritik golo-ngan Baptis yang bercorak Calvinis menafsirkan teologi predestinasi sedemikian rupa yang berpendapat jika Tuhan bermaksud menyelamatkan bangsa-bangsa yang jauh, Dia dapat menyelamatkan mereka tanpa memakai tenaga manusia sebagai pekabar Injil. Kritikan Carey terhadap Calvinisme dinyatakan dalam buku, An Inquiry into the Obligation to use Means for the Conversion of the Heathen, yang isinya mengatakan bahwa tenaga manusia dibutuhkan untuk menginjili bangsa-bangsa yang jauh. Carey menegaskan panggilan setiap orang Kristen untuk berperan dalam misi gereja, yakni mengabarkan Injil ke seluruh dunia.
Ketertarikannya pada saat membaca buku harian David Brainerd, yang menyerahkan diri untuk me-ngabarkan Injil kepada orang Indian di Amerika menginspirasikannya untuk menjadi salah satu misionaris pertama yang pergi ke India pada 1792.
Ia juga membantu mengorganisasi English Baptist Missionary Society. Kepandaian Carey yang mencakup ketrampilan praktis maupun intelektual serta kemampuan berbahasa, sangat mendukung usaha-nya dalam pekabaran Injil di India.
Carey berhasil mendirikan berbagai gereja dan sekolah di India, menerjemahkan Alkitab ke dalam berbagai bahasa, membuka pusat kesehatan, mendirikan seminari, dan menyokong reformasi sosial dengan sukses (termasuk menghentikan perlakuan kasar terhadap kaum wanita, pembunuhan anak-anak, pengguguran bayi, dan sati, yaitu upacara pembakaran para janda yang sudah menjadi tradisi di sana) .
              Carey menjadi sumber inspirasi bagi ba-nyak orang untuk mengikuti jejaknya dalam bidang misionaris, termasuk ahli bahasa berbakat Henry Martyn. Sebelum meninggal dunia, Carey telah menyelesaikan penerjemahan Alkitab ke dalam bahasa Urdu, yang tetap menjadi dasar terjemahan modern, dan menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Arab dan Persia. Keahlian Carey di bidang praktis juga dipakai demi pembangunan negeri India. Ia mendirikan Horticultural Society (Persekutuan Ilmu Perkebunan) dengan tujuan meningkatkan metode-metode pertanian, termasuk mengimpor pohon buah-buahan dari Inggris.

(Sumber: H. Berkhof, H. Enklaar. Sejarah Gereja. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1993. Hlm. 352-356 ; F.D. Wellem. Tokoh-tokoh dalam Sejarah Gereja. 2003. Jakarta. Penerbit: BPK Gunung Mulia. Hlm. 167-168.).


SEMANGAT BERSAMA TUHAN


 SEMANGAT BERSAMA TUHAN
By: Andreas Dwi Chrisdiantoro_STTIA Surabaya 


S-emenjak aku jatuh cinta pada-Mu..
E-ngkau selalu kurindukan...
M-aha kuasa Engkau..
A-
ku ingin diam bersama-Mu..
N-ikmati damai sejahtera-Mu..
G-antikan s’gala kesendirianku..
A-ku tak ingin Kau tinggalkan..
T-uhan, aku mencintai-Mu!!

B-ergantilah waktu demi waktu...
E-ngkau tetap setia menemaniku..
R-aih s’mua impianku...
S-uatu saat,
A-ku mulai menjauh dari-Mu..
M-embuat Engkau berduka..
A-ku mulai mengecewakan-Mu...

T-uhan...ubahkan aku ini...
U-ntuk selalu dekat erat dengan hati-Mu
H-anya Engkau Tuhan yang aku rindu..
A- ku mencintai-Mu!!
N-o one but Jesus that I love !!!

Note: Bagaimana hubungan kita dengan Tuhan? Apakah cinta mula-mula itu sudah mulai pudar?  
     
Baca huruf setiap bait secara menurun !
           (Andreas Dwi Chrisdiantoro)